Anyaman Purun Kayuagung: Seni Tradisional yang Menjadi Primadona Ekspor
Anyaman purun Kayuagung kini jadi primadona ekspor 2025–2026. Simak sejarah, tren terkini, dan peluang ekonomi kerajinan tradisional Ogan Komering Ilir ini.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Ekspor anyaman purun Kayuagung naik 40% pada 2025, terutama ke Jepang & Eropa
- Harga tas anyaman purun berkisar Rp150.000–Rp800.000 tergantung kompleksitas motif
- Pengrajin muda (di bawah 30 tahun) meningkat 25% sejak 2024
- Pasar Terapung Kayuagung jadi lokasi utama penjualan dengan omzet Rp2–5 juta/hari
- Pameran Anyaman Purun digelar tiap September di Gedung Kesenian Kayuagung
Dari Rawa ke Panggung Dunia
Purun, tumbuhan liar di rawa-rawa Ogan Komering Ilir, kini jadi emas hijau bagi perajin Kayuagung. Tahun 2025, ekspor kerajinan anyaman purun mencatat rekor ke 12 negara, dengan permintaan tertinggi untuk tas ramah lingkungan dan tempat buah. Motif khas seperti 'Siku Keluang' dan 'Bunga Melati' jadi pembeda di pasar global. "Dulu kami anyam untuk keranjang ikan, sekarang desainer Tokyo pesan 500 tas per bulan," kata Siti Fatimah (52), perajin generasi ketiga di Desa Rantau Panjang.
Inovasi di Atas Tradisi
Tahun 2026, anyaman purun tak lagi sekadar produk fungsional. Kombinasi teknik anyam tradisional dengan pewarna alam dari kulit manggis dan tarum menghasilkan gradasi warna biru-merah yang diminati butik Prancis. Sentra kerajinan di Jalan Lintas Timur Kayuagung kini memiliki 20 unit mesin pengering untuk menjaga kualitas ekspor. Pelatihan desain digital bagi 150 perajin muda oleh Dinas Perindustrian pada awal 2025 juga berdampak pada variasi produk kontemporer seperti charger pad dan laptop sleeve.
Dampak Ekonomi & Tantangan
Kenaikan harga purun mentah dari Rp5.000/kg (2024) menjadi Rp8.500/kg (2026) memicu kekhawatiran. Namun, program 'Purun Lestari' dengan penanaman 50 hektar di bekas lahan gambut mulai menunjukkan hasil. Omzet pengrajin utama seperti UD. Anyaman Kita mencapai Rp1,2 miliar/bulan, dengan 60% order dari e-commerce. Tantangan terbesar kini adalah pemalsuan motif Kayuagung oleh produsen Vietnam, yang mendorong Pemerintah Kabupaten untuk mempercepat pendaftaran hak cipta kolektif.
Orang Juga Bertanya
Di mana bisa membeli anyaman purun asli Kayuagung?
Kunjungi Pasar Terapung Kayuagung (buka setiap hari 08.00–17.00 WIB) atau galeri resmi seperti Rumah Purun di Jalan Diponegoro. Produk ekspor bisa dipesan via platform KayuagungCraft.com
Apa keunggulan anyaman purun dibanding produk sejenis?
Anyaman purun Kayuagung tahan hingga 5 tahun karena teknik pengeringan khusus, memiliki serat alami yang lentur, dan bebas bahan kimia. Setiap produk memiliki sertifikat autentikasi QR code sejak 2025.
Bagaimana cara belajar membuat anyaman purun?
Komunitas Perajin Purun Kayuagung membuka kelas akhir pekan dengan biaya Rp75.000/sesi. Untuk pelatihan intensif 1 bulan, hubungi BLK Kayuagung (biaya subsidi pemerintah Rp350.000).
Apa tren warna anyaman purun 2026?
Warna alam seperti hijau lumut (dari daun putri malu) dan coklat kemerahan (kulit rambutan) sedang diminati pasar. Tren global mengarah pada kombinasi warna earth tone dengan aksen kuning telur dari kunyit.